PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perkembangan Komunikasi dan Teknologi Komunikasi
Pengertian Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalah
peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang
mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan,
memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah :
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah :
1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat.
2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur
sosial,ekonomi dan politik.
3. Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur
ekonomi , sosial dan politik tertentu.
4. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama
kemampuan mendengar dan melihat.
O’Brien, 1996 dalam Kadir, (2003: 8) mengatakan bahwa, perilaku manusia dan
teknologi memiliki interaksi didalam lingkungan sosioteknologi.

Gambar: LINGKUNGAN SOSIOTEKNOLOGI
Kelima komponen itu berinteraksi dalam proses sosial, satu dan lainnya
saling berinteraksi dan memengaruhi dimana setiap komponen memiliki visa
masing-masing yang saling besinergi serta menghasilkan output proses
sosial sebagaimana diharapkan oleh seluruh stakeholder sosioteknologi.
Dampak Teknologi Terhadap 4 Aspek Suprastuktur :
1. Bidang Ekonomi
dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dari
kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
1)
Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
2)
Terjadinya industrialisasi.
3)
Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan
meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi
industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang
berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas
dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia
industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera
muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan
kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara
langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen
tidak perlu pergi ke toko.
4)
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu
menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan
teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya,
pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja
yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan
kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
5)
Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi
yang sesuai dengan yang dibutuhkan
6)
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi
akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan.
7)
Konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
2. Bidang Sosial
Dampak kemajuan teknologi sangat berdampak baik pada bidang sosial, yang
mana bisa kita lihat:
1)
Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa
kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik
dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku
ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
2)
Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia
melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah
meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia.
3)
Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai
konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan
pekerja keras.
3. Bidang Budaya
Pada bidang kebudayaan perkembangan teknologi sangat berdampak negatif,
seperti
1)
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di \kalangan
remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada
upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga
masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
2)
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat
semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti
gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatankekuatan sentripetal
yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa
dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar
semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3)
Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada
kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi
keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi
siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting
(IRC), internet, dan e -mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya
sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (wamet) telah memberi
peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet
sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin
banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui
program intemet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan
teman dan orang asing kapan saja.
4. Bidang Politik
Bidang politik juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi,
seperti:
1)
Timbulnya kelas menengah bare Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan
ini akan mendorong munculnya kelas menengah bare. Kemampuan, keterampilan serta
gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di
negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah bare ini akan menjadi
pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih
besar.
2)
Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi
kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang
diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
3)
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh
berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah
menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang
teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut.
Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga
regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
Dalam hal ini, Teknologi
komunikasi membutuhkan platform pengembangan yang jelas di masa depan. Hal ini
disebabkan karena setiap negara berlomba-lomba mengembangkan teknologi
telematika sesuai dengan pasar nasional maupun internasional. Bahkan
perkembangan teknologi tersebut tanpa diuji coba manfaat, resiko, dan masalah
model, namun sudah di pasarkan di masyarakat. Dengan kata lain biaya uji coba
dibebankan kepada masyarakat pengguna teknologi itu sendiri. Produsen teknologi
telematika bahkan menggunakan masyarakat konsumer sebagai laboratorium uji coba
kelayakan telematika yang diperolehnya.
Sehubungan
dengan itu perkembangan media baru (new media) menjadi kajian tersendiri yang
serius dalam aspek – aspek sosial. Dengan kata lain yang paling merisaukan dari
perkembangan teknologi telematika adalah para ahli ilmu-ilmu sosial. Karena
para ahli teknologi menciptakan teknologi telematika dengan modus melemparkan
beban sosial dari teknologi yang diciptakan itu kepada para ahli ilmu sosial.
Melihat arah
pengembangan teknologi telematika saat ini, maka secara optimis dapat
diprediksi bahwa teknologi-teknologi itu dalam diciptakan dalam waktu dekat,
apalagi gagasan-gasan tentang media aroma, rasa dan sentuhan tahun 1980-an
telah menjadi wacana. Namun demikian, bagaimana dengan persoalan sosial
masyarakat yang berkaitan dengan norma dan tatanan sosial masyarakat. Karena
setiap temuan teknologi selalu memberi
dampak pada perubahan sosial di masyarakat.
Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S. Sos., M.Si. SOSIOLOGI
KOMUNIKASI: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat,
Jakarta : Kencana, 2008
https://sites.google.com/site/tirtayasa/memahami-konsep-dasar-tik/gambaran-umum-sistem-informasi-dan-teknologi-informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar